BILAKAH KAMENANGAN AKAN TIBA?


Dalam surat an-Nur ayat 55, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengamalkan amal shalih, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepadaku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.”

Ayat ini merupakan jawaban tuntas atas pertanyaan banyak orang yang sudah merasa pening melihat keterpurukan dan kemunduran kaum muslimin di zaman ini. Ayat ini akan menutup rapat-rapat pintu perbedaan pendapat yang amat sengit antara umat dalam mencari solusi untuk menegakkan syariat Islam di tanah air. Ada yang berusaha mendirikan negara dalam negara, sambil berupaya keras meruntuhkan pemerintah yang sah. Ada yang menggunakan cara-cara teror dan mengacaukan keamanan negara muslim. Ada yang menyibukkan diri dengan fatamorgana politik. Ada pula yang berusaha untuk menenggelamkan umat dalam amalan-amalan yang sunah hukumnya sambil terus-menerus mengesampingkan amalan-amalan yang pokok (baca: tauhid).

Subhanallah! Bukankah ayat tersebut di atas amat sangat jelas dalam menerangkan jalan apakah yang seharusnya dititi kaum muslimin agar bisa mencapai kejayaannya? Semua janji-janji Allah tersebut di atas, mulai dari kekuasaan di muka bumi, kekokohan dan kejayaan agama, sampai ketenteraman negara, tidak akan dapat dicapai kecuali dengan syarat yang tersebut di akhir ayat tadi; yaitu menegakkan tauhid (hanya beribadah kepada Allah ta’ala) dan meninggalkan syirik.

Bagaimana mungkin agama ini akan BERJAYA, jika masih banyak orang yang kemerdekaan berpikirnya telah terbunuh, sehingga diperbudak oleh barang-barang tak berakal, seperti batu, pepohonan, kuburan dan lain sebagainya?!

Bagaimana mungkin ketenteraman negeri ini akan diraih, jika masih banyak yang seluruh maslahat hidup dan kemudaratannya tergantung pada benda-benda mati?!

Bagaimana mungkin negara Islam akan berdiri, jika masih banyak orang yang menghambakan dirinya serta menghinakannya kepada sesuatu yang lebih rendah dari Allah subhanahu wa ta’ala?

Mereka terjajah kemerdekaannya untuk bisa langsung berhubungan dengan Robbnya! Allahul musta’an wa ‘alaihit tuklan wa laa haula wa laa quwata illa billahil malaikid dayyan…

Melalui kalimat yang singkat ini, kami berusaha untuk menghasung diri kami sendiri dan kaum muslimin secara umum, untuk terus berjuang menegakkan bendera tauhid di seluruh penjuru tanah air, sambil terus berjuang sekuat tenaga untuk membersihkannya dari kotoran-kotoran syirik.

أقيموا دولة الإسلام في قلوبكم, تقم لكم في أرضكم

Dirikanlah negeri Islam dalam jiwa-jiwa kalian, niscaya negeri Islam itu akan berdiri di tanah air kalian!

tanda kebahagiaan

Imam Ibnu Al Qoyyim mengatakan bahwa tanda kebahagiaan itu ada 3 hal. 3 hal tersebut adalah bersyukur ketika mendapatkan nikmat, bersabar ketika mendapatkan cobaan dan bertaubat ketika melakukan kesalahan. Beliau mengatakan: sesungguhnya 3 hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda keberuntungannya di dunia dan di akhirat. Seorang hamba sama sekali tidak pernah bisa terlepas dari 3 hal tersebut:

1. Syukur ketika mendapatkan nikmat.

Seorang manusia selalu berada dalam nikmat-nikmat Allah. Meskipun demikian, ternyata hanya orang berimanlah yang menyadari adanya nikmat-nikmat tersebut dan merasa bahagia dengannya. Karena hanya merekalah yang mensyukuri nikmat, mengakui adanya nikmat dan menyanjung Zat yang menganugerahkannya. Syukur dibangun di atas 5 prinsip pokok:

  1. Ketundukan orang yang bersyukur terhadap yang memberi nikmat.
  2. Rasa cinta terhadap yang memberi nikmat.
  3. Mengakui adanya nikmat yang diberikan.
  4. Memuji orang yang memberi nikmat karena nikmat yang dia berikan.
  5. Tidak menggunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang tidak disukai oleh yang memberi nikmat.

Siapa saja yang menjalankan lima prinsip di atas akan merasakan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, jika lima prinsip di atas tidak dilaksanakan dengan sempurna maka akan menyebabkan kesengsaraan selamanya.

2. Sabar ketika diuji.

Dalam hidup ini di samping ada nikmat yang harus disyukuri, juga ada berbagai ujian dari Allah dan kita wajib bersabar ketika menghadapinya. Ada tiga rukun sabar yang harus dipenuhi supaya kita bisa disebut orang yang benar-benar bersabar.

  1. Menahan hati untuk tidak merasa marah terhadap ketentuan Allah.
  2. Menahan lisan untuk tidak mengadu kepada makhluk.
  3. Menahan anggota tubuh untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak di benarkan ketika terjadi musibah, seperti menampar pipi, merobek baju dan sebagainya.

Inilah tiga rukun kesabaran, jika kita mampu melaksanakannya dengan benar maka cobaan akan berubah menjadi sebuah kenikmatan.

3. Bertaubat ketika melakukan kesalahan.

Jika Allah menghendaki seorang hamba untuk mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan akhirat, maka Allah akan memberikan taufik kepada dirinya untuk bertaubat, merendahkan diri di hadapan-Nya dan mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai kebaikan yang mampu untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, ada seorang ulama salaf mengatakan: “Ada seorang yang berbuat maksiat tetapi malah menjadi sebab orang tersebut masuk surga. Ada juga orang yang berbuat kebaikan namun menjadi sebab masuk neraka.” Banyak orang bertanya kepada beliau, bagaimana mungkin hal tersebut bisa terjadi?, lantas beliau menjelaskan: “Ada seorang yang berbuat dosa, lalu dosa tersebut selalu terbayang dalam benaknya. Dia selalu menangis, menyesal dan malu kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hatinya selalu sedih karena memikirkan dosa-dosa tersebut. Dosa seperti inilah yang menyebabkan seseorang mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan. Dosa seperti itu lebih bermanfaat dari berbagai bentuk ketaatan, Karena dosa tersebut menimbulkan berbagai hal yang menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba. Sebaliknya ada juga yang berbuat kebaikan, akan tetapi kebaikan ini selalu dia sebut-sebut di hadapan Allah. Orang tersebut akhirnya menjadi sombong dan mengagumi dirinya sendiri disebabkan kebaikan yang dia lakukan. Orang tersebut selalu mengatakan ’saya sudah berbuat demikian dan demikian’. Ternyata kebaikan yang dia kerjakan menyebabkan timbulnya ‘ujub, sombong, membanggakan diri dan merendahkan orang lain. Hal-hal ini merupakan sebab kesengsaraan seorang hamba. Jika Allah masih menginginkan kebaikan orang tersebut, maka Allah akan memberikan cobaan kepada orang tersebut untuk menghilangkan kesombongan yang ada pada dirinya. Sebaliknya, jika Allah tidak menghendaki kebaikan pada orang tersebut, maka Allah biarkan orang tersebut terus menerus pada kesombongan dan ‘ujub. Jika ini terjadi, maka kehancuran sudah berada di hadapan mata.”

Al Hasan al-Bashri mengatakan, “Carilah kenikmatan dan kebahagiaan dalam tiga hal, dalam sholat, berzikir dan membaca Al Quran, jika kalian dapatkan maka itulah yang diinginkan, jika tidak kalian dapatkan dalam tiga hal itu maka sadarilah bahwa pintu kebahagiaan sudah tertutup bagimu.”

Malik bin Dinar mengatakan, “Tidak ada kelezatan selezat mengingat Allah.”

Ada ulama salaf yang mengatakan, “Pada malam hari orang-orang gemar sholat malam itu merasakan kelezatan yang lebih daripada kelezatan yang dirasakan oleh orang yang bergelimang dalam hal yang sia-sia. Seandainya bukan karena adanya waktu malam tentu aku tidak ingin hidup lebih lama di dunia ini.

Ulama’ salaf yang lain mengatakan, “Aku berusaha memaksa diriku untuk bisa sholat malam selama setahun lamanya dan aku bisa melihat usahaku ini yaitu mudah bangun malam selama 20 tahun lamanya.”

Ulama salaf yang lain mengatakan, “Sejak 40 tahun lamanya aku merasakan tidak ada yang mengganggu perasaanku melainkan berakhirnya waktu malam dengan terbitnya fajar.”

Ibrahim bin Adham mengatakan, “Seandainya para raja dan para pangeran mengetahui bagaimana kebahagiaan dan kenikmatan tentu mereka akan berusaha merebutnya dari kami dengan memukuli kami dengan pedang.” Ada ulama salaf yang lain mengatakan, “Pada suatu waktu pernah terlintas dalam hatiku, sesungguhnya jika penghuni surga semisal yang kurasakan saat ini tentu mereka dalam kehidupan yang menyenangkan.”

Imam Ibnul Qoyyim bercerita bahwa, “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: ‘Sesungguhnya dalam dunia ini ada surga. Barang siapa belum pernah memasukinya maka dia tidak akan memasuki surga diakhirat kelak.’” Wallahu a’laam.

10 Nasihat Ibnul Qayyim Untuk Bersabar Agar Tidak Terjerumus Dalam Lembah Maksiat

Pertama, hendaknya hamba menyadari betapa buruk, hina dan rendah perbuatan maksiat. Dan hendaknya dia memahami bahwa Allah mengharamkannya serta melarangnya dalam rangka menjaga hamba dari terjerumus dalam perkara-perkara yang keji dan rendah sebagaimana penjagaan seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya demi menjaga anaknya agar tidak terkena sesuatu yang membahayakannya.

Kedua, merasa malu kepada Allah… Karena sesungguhnya apabila seorang hamba menyadari pandangan Allah yang selalu mengawasi dirinya dan menyadari betapa tinggi kedudukan Allah di matanya. Dan apabila dia menyadari bahwa perbuatannya dilihat dan didengar Allah tentu saja dia akan merasa malu apabila dia melakukan hal-hal yang dapat membuat murka Rabbnya… Rasa malu itu akan menyebabkan terbukanya mata hati yang akan membuat Anda bisa melihat seolah-olah Anda sedang berada di hadapan Allah…

Ketiga, senantiasa menjaga nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu dan mengingat-ingat perbuatan baik-Nya kepadamu.

Apabila engkau berlimpah nikmat

maka jagalah, karena maksiat

akan membuat nikmat hilang dan lenyap

Barang siapa yang tidak mau bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah kepadanya maka dia akan disiksa dengan nikmat itu sendiri.

Keempat, merasa takut kepada Allah dan khawatir tertimpa hukuman-Nya

Kelima, mencintai Allah… karena seorang kekasih tentu akan menaati sosok yang dikasihinya… Sesungguhnya maksiat itu muncul diakibatkan oleh lemahnya rasa cinta.

Keenam, menjaga kemuliaan dan kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikannya… Sebab perkara-perkara inilah yang akan bisa membuat dirinya merasa mulia dan rela meninggalkan berbagai perbuatan maksiat…

Ketujuh, memiliki ilmu tentang betapa buruknya dampak perbuatan maksiat serta jeleknya akibat yang ditimbulkann kekuatanya dan juga bahaya yang timbul sesudahnya yaitu berupa muramnya wajah, kegelapan hati, sempitnya hati dan gundah gulana yang menyelimuti diri… karena dosa-dosa itu akan membuat hati menjadi mati…

Kedelapan, memupus buaian angan-angan yang tidak berguna. Dan hendaknya setiap insan menyadari bahwa dia tidak akan tinggal selamanya di alam dunia. Dan mestinya dia sadar kalau dirinya hanyalah sebagaimana tamu yang singgah di sana, dia akan segera berpindah darinya. Sehingga tidak ada sesuatu pun yang akan mendorong dirinya untuk semakin menambah berat tanggungan dosanya, karena dosa-dosa itu jelas akan membahayakan dirinya dan sama sekali tidak akan memberikan manfaat apa-apa.

Kesembilan, hendaknya menjauhi sikap berlebihan dalam hal makan, minum dan berpakaian. Karena sesungguhnya besarnya dorongan untuk berbuat maksiat hanyalah muncul dari akibat berlebihan dalam perkara-perkara tadi. Dan di antara sebab terbesar yang menimbulkan bahaya bagi diri seorang hamba adalah… waktu senggang dan lapang yang dia miliki… karena jiwa manusia itu tidak akan pernah mau duduk diam tanpa kegiatan… sehingga apabila dia tidak disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat maka tentulah dia akan disibukkan dengan hal-hal yang berbahaya baginya.

Kesepuluh, sebab terakhir adalah sebab yang merangkum sebab-sebab di atas… yaitu kekokohan pohon keimanan yang tertanam kuat di dalam hati… Maka kesabaran hamba untuk menahan diri dari perbuatan maksiat itu sangat tergantung dengan kekuatan imannya. Setiap kali imannya kokoh maka kesabarannya pun akan kuat… dan apabila imannya melemah maka sabarnya pun melemah… Dan barang siapa yang menyangka bahwa dia akan sanggup meninggalkan berbagai macam penyimpangan dan perbuatan maksiat tanpa dibekali keimanan yang kokoh maka sungguh dia telah keliru.

seandainya kau tangisi kematianku
dan kau sirami pusaraku
dengan air matamu
maka di atas tulang-tulangku
yang hancur luluh
nyalakanlah obor buat umat ini
teruskanlah perjalanan ke gerbang jaya
mendapatkan kekasih
yang sedang merinduiku
bahagialah hidupku di alam syurga
biarlah rohku terbang mendapatkan rindunya
janganlah gentar berkelana di alam abadi
nun di sana fajar memancar...

10 sebab hati mati

  • tahu Allah itu ada, tapi tidak menunaikan perintah-Nya
  • tidak beramal dengan al quran
  • mengikut kehendak iblis, walaupun sudah tahu ia musuh kita
  • tidak beramal dengan sunnah ar rasul
  • tidak berusaha membuat kebaikan untuk mandapat syurga
  • kamu bencikan neraka tetapi kamu tidak meninggalkan berbuat dosa
  • kamu tahu mati itu pasti tetapi kamu tidak bersedia menghadapinya
  • kamu sibuk menceritakan keaiban orang tetapi kamu lupa keaiban sendiri
  • kamu makan rezeki Allah tetapi kamu tidak mensyukurinya
  • kamu pergi mengebumikan jenazah tetapi kamu tidak mengambil pengajaran darinya

Mustafa Kamal Atatürk 1881-10 November 1938 adalah pengasas Republik Turki . Beliau merupakan pegawai tentera, pemimpin revolusi, negarawan dan presiden Turki yang pertama.

Beliau adalah komander tentera yang berjaya dan berkhidmar sebagai panglima tentera semasa Pertempuran Gallipoli iaitu ketika Perang Dunia I. Angkatan tentera pimpinan beliau berjaya merampas kembali wilayah Anatolia dan Palestin . Ketika itu Empayar Ottoman / Uthmaniyah sedang dikoyak-koyak oleh Tentera Bersekutu. Mujurlah Mustafa Kemal telah memimpin pergerakan kebangsaan Turki menghadapi Perang Kemerdekaan Turki.

Beliau telah memindahkan ibu negara Turki dari Istanbul ke Angora yang kini dikenali sebagai Ankara.

Mustafa Kemal telah membentuk semula aspek kehidupan rakyat Turki agar sesuai dengan tuntutan semasa yang kemudian dipangil ideologi Kemalist. Ideologi ini bertujuan menyediakan Turki ke arah negara moden, demokratik dan negara sekular , positif dan bertindak rasional.more

Beliau memerintah dari tahun 1918 hingga 1934. Beliau adalah seorang negarawan yang berkebolehan dalam bidang politik. Memeperkenalkan sistem politik sekularisme, beliau ‘berjaya’ meruntuhkan empayar Turki Uthmaniyyah. Mustafa Kamal Ataturk meninggal dunia pada tahun 1938 dan telah dikebumikan di sebuah makam di Ankara iaitu ibu negaranya.

Dosa Mustafa Kamal

1. Membolehkan perempuan memakai tudung dengan syarat pakai skirt/ROK.

2. Membolehkan lelaki memakai seluar panjang dengan syarat pakai tali leher dan topi (sesuai dengan kehendak barat)

3. Menyuruh wanita dan lelaki menari di khalayak ramai. Beliau sendiri pernah menari dengan seorang wanita di sebuah parti umum yang pertama di Ankara.

4. Beliau pernah menegaskan bahawa “negara tidak akan maju kalau rakyatnya tidak cenderung kepada pakaian moden”

5. Menggalakkan minum arak secara terbuka.

6. Mengarahkan Al-Quran dicetak dalam bahasa Turki

7. Menukar azan ke dalam bahasa Turki. Bahasa Turki sendiri diubah dengan membuang unsur-unsur Arab dan Parsi.

8. Mengambil arkitek-arkitek dari luar negara untuk memodenkan Turki. Hakikatnya mereka diarah mengukir patung-patung dan tugu-tugunya diseluruh bandar Turki.

9. Satu ucapan beliau di bandar Belikesir di mana beliau dengan terang-terangannya mengatakan bahawa agama harus dipisahkan dengan urusan harian dan perlu dihapuskan untuk kemajuan.

10. Agama Islam juga dibuang sebagai Agama Rasmi negara.

11. Menyerang Islam secara terbuka dan terang-terangan

12. Menggubal undang-undang perkahwinan berdaftar berdasarkan undang-undang barat.

13. Menukar Masjid Ayasophia kepada muzium, ada sesetengah masjid dijadikan gereja.

14. Menutup masjid serta melarang dari bersembahyang berjemaah.

15. Menghapuskan Kementerian Wakaf dan membiarkan anak-anak yatim dan fakir miskin.

16. Membatalkan undang-undang waris,faraid secara islam

17. Menghapus penggunaan kalendar Islam dan menukarkan huruf Arab kepada huruf Latin.

18. Mengganggap dirinya tuhan sama seperti firaun. Berlaku peristiwa apabila salah seorang askarnya ditanya “siapa tuhan dan dimana tuhan tinggal?” oleh kerana takut, askar tersebut menjawab ‘Kamal Atartuk adalah tuhan” beliau tersenyum dan bangga dengan jawapan yang diberikan oleh askar itu.


KEMATIAN KAMAL ATARTUK YANG MENYEKSAKAN

Di saat kematiannya, Allah telah datangkan beberapa penyakit kepada beliau sehingga beliau rasa terseksa dan tak dapat menanggung seksaan dan azab yang Allah berikan di dunia.

Antaranya ialah: 1. Didatangkan penyakit kulit hingga ke kaki di mana beliau merasa gatal-gatal seluruh badan.

2. Sakit jantung

3. Penyakit darah tinggi

4. Panas sepanjang masa, tidak pernah merasa sejuk sehingga terpaksa diarahkan kepada bomba untuk menyiram rumahnya 24jam. Pembantu-pembantunya juga diarahkan untuk meletak ketulan-ketulan ais di dalam selimut untuk menyejukkan beliau.

Maha suci Allah, buat macam mana pun rasa panas tak hilang-hilang.Oleh kerana tidak tahan dengan kepanasan yang ditanggung, beliau menjerit sehingga seluruh istana mendengar jeritan itu. Oleh kerana tidak tahan mendengar jeritan, mereka-mereka yang bertanggung jawab telah menghantar beliau ke tengah lautan dan diletakkan dalam bot dengan harapan beliau akan merasa sejuk.

Allah itu Maha Besar, panasnya tak juga hilang! Pada 26 september 1938, beliau pengsan selama 48 jam disebabkan terlalu panas lalu dia sedar selepas itu tetapi beliau hilang ingatan.

Pada 9 November 1938, beliau pengsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. Sewaktu beliau meninggal, tidak seorang pun yang memandi, mengkafan dan menyembahyangkan mayat beliau. Mayat ini diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuan beliau datang meminta ulama'-ulama' Turkimemandikan, mengkafankan dan menyembahyangkannya.

Tidak cukup dari itu, Allah tunjukkan lagi balasan azab ketika mayatnya di bawa ke tanah perkuburan. Bila mayatnya hendak ditanam, tanah tidak menerimanya(susah jenazahnya hendak masuk ke liang lahad). Disebabkan putus asa, mayatnya diawetkan sekali lagi dan dimasukkan ke alam muzium yang diberi nama EtnaGrafi di Ankara selama 15 tahun (sehingga tahun 1953).

Selepas 15 tahun mayatnya hendak ditanam semula, tapi Allah Maha Agung , bumi sekali lagi tak menerimanya. Habis ikhtiar, mayatnya dibawa pula ke satu bukit ditanam dalam satu binaan marmar beratnya 44 ton. Mayatnya ditanam di celah-celah batu marmar.

Apa yang menyedihkan, ulama-ulama sezaman dengan Kamal Atartuk telah mengatakan bahawa “jangan kata bumi Turki, seluruh bumi Allah ini tidak menerima Kamal Atartuk!” Hanya Allah sahaja yang Maha Mengetahui.

Hadapi dan Tinggikan Martabatmu di Sisi Allah

Kita berada di alamNya. Kepatuhan kepada Allah bererti kita mesti menerima peraturanNya.

“Dialah Yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu; siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang Yang bertaubat).” (Al-Mulk: 2)

Imam al-Mawardi menafsirkan ‘siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya’ sebagai ‘siapakah di kalangan kamu yang lebih redha terhadap ketentuan Allah dan lebih sabar terhadap ujianNya’.

Jangan sesekali menyalahkan takdir. Allah Maha Adil untuk menzalimi manusia.

“dan Tuhanmu tidak sekali-kali berlaku zalim kepada hamba-hambaNya.” (Fussilat: 46)

Yakinlah bahawa segala yang berlaku adalah dengan takdir Allah. Allah mengkehendaki berlakunya kepayahan dan kesusahan di dalam hidup. Semua itu untuk mengangkat martabat manusia. Lebih tabah kita menghadapinya, lebih tinggi martabat kita di sisi Allah.

Kehidupan generasi awal membuktikan hakikat ini. Mereka diuji dengan pelbagai ujian dalam kehidupan.

Saidina Osman r.a. diuji dengan kematian satu demi satu isterinya (kedua-duanya adalah anak Rasulullah s.a.w.). Rasulullah s.a.w. memujuknya ketika beliau berada di kemuncak kesedihan pulang dari majlis pengkebumian: “Jika aku mempunyai yang ketiga (anak perempuan lain yang masih belum berkahwin) akan ku kahwini denganmu.” Tetapi Rasulullah s.a.w. tidak ada lagi anak perempuan lain dan Saidina Osman r.a. tabah menerima hakikat itu.

Saidina Omar r.a. diuji dengan kemarau dan wabak penyakit yang menimpa negara Islam selama bertahun-tahun. Kulit Saidina Omar r.a. yang asalnya berwarna putih kemerah-merahan bertukar gelap disebabkan kekurangan makan dan minum. Umat Islam ketika itu menangisi keadaan dan kesulitan yang dihadapi oleh Khalifah mereka tetapi Saidina Omar r.a. terus bertekad untuk menjadi manusia yang paling sedikit makan dan minum di kalangan umat Islam sepanjang krisis ini berlaku.

Kenapakah manusia yang berjasa kepada umat Islam juga diuji dengan ujian hidup? Kerana kecintaan Allah kepada mereka. Mereka menghadapi semua itu dengan tabah lalu Allah mengangkat martabat mereka di sisiNya. Kemudian mereka diuji lagi dengan ujian yang lebih besar, mereka menghadapinya dan martabat mereka akan semakin tinggi. Demikian pusingan kehidupan.

peribadi muslim

aqidah yang sejahtera
ibadah yang sahih
akhlak yang mantap
luas pengetahuan
kuat tubuh badan
tersusun segala urusan
menepati masa
mampu berdikari
mujahadah melawan nafsu
bermanfaat kepada orang lain

penantian

Umat kini ibarat buih,hanyut terhempas dipukul gelombang

Setiap hari bingkisan dari syurga tiba
Mengulangi tentang rindunya pada kuntuman rijal
Mengapa kuntum mekar tidak lagi menghiasi taman?
Di dunia kelopak demi kelopak layu berguguran
Dimamah deretan anai-anai tribulasi zaman
Setiap dekad belum lagi menjadi piala perjuangan
Sebaliknya menjadi takungan air mata
Yang mengalir di pipi perlahan melihat satu demi satu
Bolos pada jaring-jaring robek dimakan tikus

Lukah yang ditanam selama ini tidak lagi seperti semalam
Jerat yang dipasang juga tidak bingkas
Setiap kali pulang hanya diburu kesepian
Di tengah hiruk pikuk mertua dan anak-anak

Dunia semakin tenat
Tetapi sepatu rijal belum lagi kedengaran
Pulang membawa pesanan yang dikirim
Umat masih tertinggung di tangga
Dengan dua tangan bertupang dagu
Mengintai andainya kelihatan
Langkah pulang seorang rijal

Taman syurga semakin riuh dengan bisikan malaikat
Bisikan ingin tahu yang sungguh-sungguh
Siapakah tetamu syurga esok hari
Kerana hari ini dunia mengiklankan kehilangannya
Di sana-sini pada dinding dan tembok tembok
Terpampang pemidang jelas
Bagi siapa yang melintasi dan menatapinya

‘RIJAL TELAH HILANG’